Sungguh Allah selalu hadir dalam hidup kita. Iya, kalimat
tersebut bukan sekedar kalimat. That is real. Aku telah membuktikannya begityu
juga dengan anda sekalian. Semuanya berjalan dengan disadari maupun tak
disadari. Contoh dalam kehidupan saya yaitu,sewaktu di kelas 7 atau 1 SMP saya
sangat berharap untuk bisa ke tanah suci.. Di waktu itu orangtua saya juga
sedang menjalankan ibadah haji. Dibilang masih kecil ya saya selalu mbatin
(re:bicara dlm hati) kalo saya sekeluarga ingin sekali pergi ke tanah suci..
Iya Alhamdulillah seekali Allah mengabulkan di tahun 2010. Aku yakin bahwa
Allah selalu mendengar apa yang di inginkan oleh hambanya walaupun tidak
diwaktu dekat. Sewaktu saya umroh (bersama keluarga dan kakek-nenek) saya juga
di beri hadiah oleh Allah. Segala sesuatunya di permudah, ya walaupun tidak
lancar sekali.. Kami sempat menunggu jemputan di Jeddah yang lumayan lama dan
kami juga sempat menunggu agak lama di hotel untuk pembagian kamar padahal kami
sedang jet lag L .
| indahnya tanah suci |
Kami tiba di Jeddah pada siang hari (kalo tidak salah) dan
kami nunggu di bandara lumayan lama karena harus ngurus macem-macem dan petugas
imigrasinya lumayan detail. Lagi pula bus penjemput juga belom datang. Setelah beberapa
lama, bus pun datang dan mengangkut kami ke tujuan pertama yaitu Madinah. Perjalanan
di tempuh sekitar 5 jam. Udah jet lag tambah jet lag. Harus duduk lagi nih di
bus selama 5 jam padahal kami di pesawat memakan waktu 9 jam -___- tetapi
semuanya harus dilewati dengan ikhlas karena niat awal kami untuk beribadah dan
rekreasi..
Tiba di salah satu hotel di Madinah. Hotel kami tepat
didepan salah satu pintu Masjid Nabawi. Mungkin hanya berjarak 30 meter saja. Sudah
cukup larut malam kami sampai di hotel namun namanya rombongan ya kita tidak
bisa langsung check in tetapi harus menunggu pembagian kamar yang lumayan lama
karena peserta umrahnya pun juga banyak. Sampai besok siang kami dibebaskan
untuk istirahat dan ibadah. Selama 4-5 hari kami beribadah di Madinah. Kami pun
sempat ke Raudhah dan Subhanalllah sekali.. Semuanya ingin masuk, semuanya
ingin berdoa, semuanya ingin sholat di Raudhah. Raudhah adalah tempat mimbar
rasul dan terletak makam Rasul dan Sahabat Abu Bakar, Umar.. Untuk masuk ke
Raudhah pun sudah diatur oleh petugas. Dimulai dari negara yang di sebutkan. Oh
ya untuk masuk ke Masjid Nabawi pun tidak boleh sembarangan orang, ketika akan
masuk kami di razia apakah bawa sesuatu yang tidak diperbolehkan seperti Hp dan
kamera. Maklum hampir semua bangunan terlapisi oleh emas. Subhanallah.
![]() |
| Masjid Nabawi |
Selain itu selama di Madinah kami mengunjungi Jabal Magnet,
jabal Uhud, Perkebunan Kurma, Majid Kiblatain dan Pemakaman sahabat-sahabat
Rasul. Salah satu yang menarik adalah Jabal Magnet. Ini sungguh-sungguh kami
merasakan. Disaat bus ada di pertengahan jalan pak Sopir tidak menginjak gas
dan tidak menginjak apapun tetapi bus bisa tertarik ke belakang. Subhanallah. Dan
di sekitar Jbal Magnet ada area bermain yang disediakan untuk para penduduk
arab ketika berlibur bersama keluarga. Kalo di Indonesia kayak taman kota gitu,
ada ayunan dan aneka mainan anak-anak. Tak lupa di kelilingi oleh pohon kurma
dan salah satu pohon (saya lupa namanya) yang konon akan dibuat untuk
persembunyian orang-orang non Islam. Oh ya Jabal Uhud ternyata tidak tinggi
seperti yang saya bayangkan. Jabal ini terletak di dekat Pemakaman para
Sahabat. Di Madinah juga terkenal tempat pembuatan Al Quran (kalo habis haji
biasanya para jamaah membawa oleh-oleh AlQuran) namun berhubung hari Jumat jadi
kantor percetakannya tutup. Masjid Kiblatain tak kalah serunya. Masjid tersebut
adalah masjid yang mempunyai 2 arah kiblat. Maksudnya, sewaktu Rasul beserta
jamaah sedang menjalankan ibadah solat, solat tersebut berkiblat ke Masjidil
Aqsa, setekah turun wahyu yaitu saat rukuk, Rasul menerima wahyu bahwa kiblat
berpindah ke Masjidil Haram, maka pad saat itu juga semua jamaah berpindah
arah. Maka dari itu dinamakan Masjid yang mempunyai 2 arah kiblat atau Majid
Kiblatain J. Disitu saya membayangkan betapa hebatnya
Raul, betapa hebatnya sahabat yang bisa menyebarkan agama Islam. Merinding,
bersyukur dan sangat terharu.
![]() |
| Masjid Kiblatain |
![]() |
| Jabal Uhud |
Setelah beberapa hari kami pun berpindah ke Makkah. Menempuh
perjalanan kalo tidak slaah 2 jam kami sampai di hotel yang letaknya tepat di
depan Masjidil Haram walaupun tidak di depan pintu masuk. Mungkin jaraknya 50
meter lebih. Perasaan senang dan terpukau saat pertama kali melihat wajah Ka’bah
yang sungguh indah. Saya hanya bisa terngangga dan berkaca-kaca. Perasaan bahagia
didalam hati pun menyebar hingga seluruh badan. Tapi entah saya tidak bisa
meneteskan air mata. Hari demi hari kami melakukan tawaf dan saya selalu ingin
untuk mencium hajar aswad. Tawaf pertama, kedua Allah belum mengizinkan. Ritual
setelah Tawaf adlah lari-lari kecil atau sa’i. Sa’i yang saya banyangkan
jaraknya tidak jauh dan tidak melelahkan seperti saat SD yang selalu mengikuti
manasik haji. Pikir saya tidak akan lelah namun saya salah. Baru beberapa
putaran saya merasa sangat lelah dan saya pun agak berjalan. Sunnguh perjuangan
yang luar biasa saat Siti Hajar mencari sumber air untuk Nabi Ismail. Sumber
air tersebut berasal dari tanah yang di isak-isak oleh nabi Ismail, dan sampai
sekarang kita semua bisa menikmatinya. Yap, air zam-zam yang sangat banyak
manfaatnya. Akhir dari Sa’i adalah memotong rambut.
![]() |
| Makkah :* |
Oh ya mengenai keajaiban Tawaf, saya sangat memohon agar
bisa mencium hajar aswad dan Alhamdulillah lagi-lagi Allah mengabulkan doa
saya. Di tawaf wada di detik-detik terakhir Allah mengirimkan 2 mahasiswi
perempuan asal Indonesia yang punya jasa untuk menolog orang untuk menggapai
hajar aswad. Kami pun berbaris dan saling berpengangan erat. Saya tak bisa
menggambarkan kedahsyatan usaha kami. Kami melawan arus dan kami terhimpit oleh
orang-orang yang berbadan besar. Sulit rasanya untuk benapas dan bergerak. Namun
demu bisa mencium hajar aswad saya rela melakukannya. Tidak ada pikiran
macam-macam lagi saya berusaha sekuat tenaga dan akhirnya Alhamdulillah sekali
bisa. Subhanallah Allah hu Akbar. Ini merupakan peristiwa yang sangat
mengesankan dan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan.
Selama di Makkah kami sangat memuaskan diri beribadah di
Masjidil Haram dan kami berkeliling ke Jabal Tsur, Arafah, Jabal Rahmah, Masjid
jin, Masjid Miqot Umrah. Di Masjid ini kami memulai ucapaan Umrah. Di setiap
masjid kami usahakan untuk sholat sunnah 2 rakaat. Jabal Rahmah adalah gunung
yang konon tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah sekian lama
diturunkan ke bumi. Oh ya selama perjalanan ke Jeddah, kami sempat menikmati
pemandangan Laut Merah dan Masjid terapung dan kami melewati tempat
m]penampungan air yang bentuknya seperti Kapal mewah.
Selama 10 hari kami berada di tanah suci. Sangat banyak
manfaat yang kami dapat. Sekali lagi tempat ini sungguh membuat saya ketagihan
untuk mengunjunginya lagi. Semoga Allah mengizinkan saya untuk kembali lagi ke
tanah suci dan memulai perjalanan saya untuk menelusuri jejak peradabah Islam
dimulai dari Makkah, Madinah, Cordoba, dan negara yang pernah di taklukkan oleh
Khalifah. Saya yakin segala mimpi dan doa saya akan tecapai. Entah itu kapan,
Allah pasti sudah menyiapkan waktu yang tepat. Semoga Islam kembali Jaya, dan
terus berkembang dan dapat menjadi pusat peradaban seperi Zaman Khalifah dulu.
Amiin.
| Tanah Suci dari udara :) |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar