Apa
itu “Abiogenesis”? Apa itu “Biogenesis”? Kedua kata tersebut merupakan istilah
dalam biologi yang menjelaskan mengenai teori asal usul kehidupan. Teori asal usul kehidupan
adalah sebuah teori yang masih berbentuk hipotesa tanpa kesimpulan yang pasti.
Teori ini hanyalah sebuah percobaan untuk menjawab keingintahuan manusia
tentang asal usul kehidupan. Keingintahuan manusia yang kuat memotivasi para
ilmuan untuk berlomba-lomba menemukan teori asal usul kehidupan. Para ilmuan
melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan teori tersebut. Tetapi tetap saja
hingga kini belum ada kepastian mengenai teori tersebut.
Teori asal usul kehidupan meliputi:
1.
Teori
Abiogenesis
Teori ini
menyatakan bahwa makhluk hidup beraal dari benda mati. Teori ini dikemukakan
oleh Aristoteles (384 –
322 SM) , Aristoteles mengamati ikan-ikan yang berada di sungai
dan menyimpulkan bahwa ikan-ikan tersebut berasal dari lumpur. Walaupun ia
telah mengetahui bahwa ikan-ikan tersebut menetas dari telur-telurnya tetapi
tetap saja Aristoteles berpendapat bahwa ikan-ikan tersebut berasal dari lumpur.
Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk
hidup terjadi begitu saja secara spontan.
Itu sebabnya, teori abiogenesis disebut juga
generation spontanea. Bila pengertian
abiogenesis dan generation spontanea digabung,
maka konsepnya menjadi makhluk hidup yang
pertama kali di bumi berasal dari benda mati /
tak hidup yang terjadinya secara spontan
(sebenarnya ini adalah dua teori yang berbeda,
tetapi orang sudah kadung salah kaprah). Teori tersebut sebenarnya tidak masuk
akal.
Teori Aristoteles didukung oleh:
·
Antonie
Van Leeuwenhoek (penemu mikroskop) mengemukakan bahwa makluk hidup kecil
aneh(jasad renik) yang ada direndaman air jerami berasal dari jerami.
·
Harold Urey
(1893 M) mengemukakan bahwa kehidupan terjadi pertama kali di atmosfer.
Molekul-molekul yang ada di atmosfer tersebut akan berubah menjadi asam amino
dengan bantuan petir yang menimbulkan loncatan listrik dan sinar kosmik.
Sungguh teori yang jelas-jelas tidak masuk akal dan pantas untuk di bantah.
Dalam kenyataannya asam amino hanya diproduksi didalam tubuh tidak mungkin di
atmosfir. Di atmosfer hanya ada molekul seperti NH3, H2 dan CH4.
·
Teori Oparin
Oparin
sependapat dengan Urey, bawah kehidupan pertama kali terjadi di cekungan pantai
dan bahan-bahannya dari lautan.
2.
Teori Biogenesis
Teori ini yang mematahkan teori Abiogenesis. Teori ini
menjelaskan bahwa makluk hidup berasal dari makluk hidup yang lain(makluk hidup
yang sudah ada sebelumnya). Semboyan teori
Biogenesis adalah “omne vivum ex ovo” (makhluk
hidup berasal dari telur) “omne vivum ex vivo” (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang telah ada).
Tokoh Teori Biogenesis
adalah:
·
Francesco Redi
Redi merupakan seorang ilmuwan berkebangsaan Italia. Redi merupakan
orang pertama yang membantah teori Generatio Spontanea. Ia
menggunakan daging segar yang diletakkan di dalam tiga tabung. Jenis tabung I
ditutup rapat, tabung II ditutup kain kasa dan tabung III tidak ditutup dan
dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari ,Redi mendapatkan
hasil eksperimen. Ternyata botol tabung I tidak ada mikroba, tabung II terdapat
sedikit mikroba, dan tabung III terdapat banyak mikroba. Dari hasil eksperimen
ini, Redi kemudian membuat kesimpulan bahwa mikroba yang berupa belatung yang
terdapat pada daging tersebut berasal dari telur lalat yang ditinggalkan pada
saat lalat tersebut mengerumuni daging yang membusuk. Dengan eksperimen Redi
maka teori Abiogenesis runtuh dan teori asl usul kehidupan yang masuk akal
adalah teori Biogenesis.
·
Lazzaro Spallanzani
(1765 M)
Spallanzani bereksperimen seperti Redi tetapi ia menggunakan air
kaldu. Dan hasil yang ia dapat mirip dengan Redi. Eksperimen Spallanzani
memperkuat teori Biogenesis.
·
Louis Pasteur (1864 M)
Tujuan percobaan Pasteur
adalah untuk menguji dan memperbaiki percobaan dari Redi dan Spallanzani.
Pasteur menggunakan tabung berleher angsa dengan posisi tertutup (namun masih
bisa berhubungan dengan udara) dan diisi dengan air kaldu. Eksperimen dilakukan
dengan cara merebus air kaldu hingga mendidih, kemudian air kaldu tersebut
didiamkan beberapa saat di dalam tabung leher angsa. Setelah beberapa hari,
ditemukan bakteri yang tumbuh di air kaldu tersebut. Eksperimen ini juga
memperkuat teori Biogenesis.
Teori diatas jelas berbeda
dengan apa yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur’an. Kita sebagai pelajar
boleh mempelajari teori-teori yang dikemukakan tokoh-tokoh tersebut tetapi kita
hanya boleh meyakini dengan dasar yang telah di tetapkan Allah.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar